Sejarah

Kota Ternate sebelumnya merupakan Kota Administratif yang berada dibawah binaan Kabupaten Maluku Utara. Kemudian, melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1999 bersamaan dengan Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kota Ternate dinaikkan statusnya secara administratif menjadi Kotamadya Ternate. Sehingga pada tanggal 30 November 1999 dibentuk dan dilantiknya Anggota DPRD Kota Ternate masa bhakti 1999 - 2004.

DPRD Kota Ternate dalam perjalanannya sampai saat ini sudah memasuki periode ke - 4 (empat), berdasarkan hasil Pemilihan Umum tahun 2019 dan melalui Keputusan KPU Kota Ternate Nomor 45/PL.01.9-Kpt/8271/kota/VIII/2019 tanggal 10 Agustus 2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 dan Keputusan Gubernur Provinsi Maluku Utara Nomor : 439/KPTS/MU/2019 tanggal 04 September 2019 tentang Peresmian, Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ternate. Kemudian, pada tanggal 16 September 2019 bertempat di Ruang Paripurna (Graha Lamo) Kantor DPRD Kota Ternate dilaksanakan  Rapat Paripurna Peresmian, Pemberhentian Anggota DPRD Kota Ternate masa bhakti 2014-2019 dan Peresmian Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Ternate masa bhakti 2019 - 2024 yang dipimpin oleh Pimpinan DPRD periode 2014-2019 dan dipandu pengucapan sumpah janji Anggota DPRD masa bhakti 2019-2024 oleh Ketua Pengadilan Negeri Ternate.

Perolehan kursi anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Pemenang Pemilihan Umum tahun 2019 adalah : PKB - 4 (empat) kursi, Partai Demokrat - 4 (empat) kursi, Partai GOLKAR - 3 (tiga) kursi, PDIP - 3 (tiga) kursi, Partai NASDEM - 3 (tiga) kursi, PPP - 3 (tiga) kursi, PAN - 2 (dua) kursi, Partai GERINDRA - 2 (dua) kursi, Partai BERKARYA - 2 (dua) kursi, PKS - 1 (satu) kursi, PBB - 1 (satu) kursi, Partai HANURA - 1 (satu) kursi dan Partai PERINDO - 1 (satu) kursi.